Home » Properti » Tunda Renovasi Rumah Karena Dana? Simak Tips Mendapatkannya!

Tunda Renovasi Rumah Karena Dana? Simak Tips Mendapatkannya!

Sebagai tempat tinggal, rumah juga akan mengalami perubahan-perubahan. Misalnya seperti atap yang sering bocor, cat tembok yang mengelupas, serta jendela yang kayunya sudah rapuh. Keadaan-keadaan tersebut mengharuskan rumah direnovasi. Namun, ada orang-orang yang memilih untuk tidak merenovasi rumahnya dengan alasan biaya. Padahal, biaya renovasi rumah bisa didapatkan melalui banyak cara. Lihatlah tips-tips di bawah ini.

Renovasi Rumah

1.    Dana Tabungan + KTA

Pada masa kini, tentunya hampir semua orang memiliki tabungan di bank. Melalui tabungan tersebut, anda dapat memperoleh dana untuk renovasi. Anda tidak perlu mengambil seluruh tabungan anda. Cukup ambil seperlunya saja lalu kombinasikan dengan KTA. KTA (Kredit Tanpa Agunan) merupakan salah satu layanan pinjaman dari Bank. Layanan ini sangat cocok untuk anda yang membutuhkan dana secara cepat. Namun, KTA memiliki bunga yang tinggi serta periode pembayaran yang singkat. Jadi, anda harus memperhitungkan periode cicilan dan waktu renovasi rumah. Jangan sampai tagihan KTA menunggak ketika masih renovasi.

2.    KPR Refinancing

Layanan ini dapat digunakan jika anda sudah melunasi cicilan rumah. Untuk mendapatkan dana dari sini, anda harus menjamin sertifikat rumah ke bank. Pinjaman yang akan diberikan bank ialah sekitar 80% dari harga rumah anda. Jadi, jika harga rumah anda 400 juta, bank akan memberikan dana sebesar 320 juta. Sayangnya, proses pencairan dana KPR Refinancing lebh lama dari KTA. Layanan KPR Refinancing cocok jika renovasi rumah dilakukan secara besar-besaran.

3.    Kredit BPJS

BPJS Ketenagakerjaan membuka layanan pinjaman untuk renovasi rumah. Namun, anda harus terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selama minimal 5 tahun. Dana maksimal yang dapat anda peroleh dari sini adalah 35 juta. Seperti KPR Refinancing, anda juga harus menjaminkan sertifikat rumah.

4.    Kredit Renovasi Rumah

Terdapat bank-bank yang menyediakan layanan renovasi. Bank-bank tersebut biasanya juga bekerja sama dengan perusahaan semen. Andapun bisa mendapatkan tips dari perusahaan semen tersebut. Jadi, proses renovasi akan berjalan dengan efisien dan efektif. Salah satu bank yang menyediakan layanan ini adalah Bank Negara Indonesia (BNI).

5.    Top Up KPR

Meski masih berstatus KPR, rumah anda tetap bisa direnovasi. Caranya adalah dengan meminta top up dari bank yang terkait. Top up KPR akan menambahkan limit KPR yang masih berjalan. Namun, top up KPR baru dapat dilakukan setelah setengah periode peminjaman. Jadi, jika periode KPR berlangsung selama 10 tahun, top up KPR dapat diajukan setelah 5 tahun. Jika mengambil top up KPR, berarti anda mendapatkan KPR baru. Melalui penambahan tersebut, anda akan mendapatkan dana untuk merenovasi rumah.

6.    Over Kredit KPR

Over Kredit KPR mirip seperti layanan top up KPR. Bedanya, over kredit KPR melibatkan dua bank. Bank pertama ialah bank yang memberikan KPR awal. Sementara itu, bank kedua ialah bank yang dituju untuk over kredit dari bank sebelumnya. Anda dapat memperoleh dana setelah bank kedua menyetujui over kredit KPR. Jadi, sistemnya sama seperti top up KPR.

7.    Cicilan Kartu Kredit

Terdapat toko material yang menyediakan cicilan melalui kartu kredit untuk pelanggannya.  Namun, sebelum mengambil cicilan, pertimbangan terlebih dahulu kondisi keuangan anda. Jangan sampai cicilan kartu kredit tersebut membuat anda makin kesulitan. Anda harus memperhatikan apakah kartu kredit digunakan untuk keperluan yang lain juga. Hindari pemakaian kartu kredit yang melebihi limit yang diberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*